Semua manusia di dunia ini menjalani kehidupan mereka dari berbagai kondisi, bahkan ada yang hidup dan kehilangan harapan atau putus asa. Hal ini timbul di sebabkan kesulitan dalam menjalani hidup atau merasakan sebuah musibah yang merusak kebahagian sehingga kehilangan hal itu. Tak biasa lagi, di antara mereka yang merasakan kesusahan sampai-sampai berdoa agar kematian mereka di segerakan
Nabi Muhammad Sallalllahu Alaihi Wasallam, melarang doa tersebut yakni mendoakan diri agar kematian di percepat oleh Allah.
Dalam hal apapun, hidup itu adalah sesuatu yang lebih baik (khayr) dan indah daripada yang namanya mati. Karena dengan kehidupan kita bisa berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya, serta beramal agar mendapatkan pahala dan mengharapkan keridahaan dari Rabbul Alamiin untuk menghadapi kematian.
Dalam sebuah hadits Riwayat Muslim bahwa, mendoakan diri agar kematian di segarakan adalah hal terlarang sebelum tiba waktu datangnya kematian atau ajal menjemput seseorang, Hal ini di sebabkan, orang mati itu tidak bisa melakukan apa-apa, dengan kata lain, segala amalannya di dunia sudah terputus, beda dengan orang yang masih hidup dan sebagai seorang beriman kepada Allah, seiring berjalannya waktu, kebaikan dan keimanan meningkat untuk mempersiapkan diri menghadap Allah, melalui yang namanya kematian.
Jadi hal ini terlarang, kecuali denga ketentuan tertentu, sebagai sebuah contoh, seseorang yang ingin mati, tetapi mati dalam keadaan syahid, Ia meminta kepada Allah agar menyegerakan kesyahidannya, dengan memperjuangkan agama Allah yang terkena fitnah dan ingin di hancurkan oleh para kafir lagi sesat.
Rasulullah Juga pernah bersabda dan di abadikan di Hadits Riwayat Bukhari, bahwasanya, berdoalah kepada Allah untuk di berikan kehidupan yang baik jika sekiranya kehidupan tersebut baik untuk seseorang, dan berdoalah kepada Allah untuk di matikan, jika memang benar-benar kematian itu adalah baik dan merupakan kebaikan untuknya daripada kehidupan yang ia peroleh.
Jadi seseorang yang di katakan mati tetapi hidup tidak juga adalah sebagai contoh, seorang mukmin yang terkena sebuah kemalanga yaitu penyakit yang menggerogoti tubuhnya, hendak jangan meminta kematian karena putus asa, melainkan berdoa seperti hadits Rasulullah di atas.
Dengan demikian kita, berdoa dan meminta rahmat dan kebaikan dari Allah, dan kita sendiri tahu, bahwa setelah kematian kita tidak tahu apa yang akan di peroleh, apakah sesuatu yang baik ataukah tidak sama sekali, setelah kematian, amalan sudah terputus, jadi segala kesalahan atau dosa yang masih melekat tidak bisa di sesalkan dan tidak ada lagi ampunan terhadap dosa kecuali melalui pengadilan Allah.
Carilah pemecahan masalah dalam hidup kita (berikhtiar) sambil mencari ilmu, dan menempatkan diri kita sebagai seorang Hamba yang mendedikasikan hidupnya hanya Untuk Allah, bukan hidup untuk meminta kematian yang tida berasalan yang bagus, berdoa untuk kematian yang tidak beralasan tepat bukan hal yang baik bagi Umat Islam.
Wallahu Alam Bissowwab
Wallahu Alam Bissowwab

0 Response to "Larangan Mendoakan Diri Agar Cepat Mati"
Post a Comment