Riwayat Nabi Muhammad SAW Bertemu Dengan Seorang Pendeta

Setibanya dulu saat meninggalnya Kakek Nabi Muhammad SAW. Tiba giliran dari Paman Nabi, Abu Thalib saat Sang Rahmatan Lil Alamiin masih kecil. Dia ini sangat menyayangi Rasulullah, sampai-sampai Abu Thalib lebih mengutamakan keperluan Muhammad daripada anak kandungnya sendiri.

Saat umur Muhammad SAW masih remaja, Ia di ajak pamannya untuk berdagang di negeri Sham, dan berhasil singgah di sebuah wilayah yang di sebutkan bernama Busyra. Dan sewaktu itu, Kota Islam Akhir Zaman (As-Sham) masih dalam keadaan jahiliyah, dan rata-rata menggunakan sistem hukum kekaisaran Byzantium Roma, dan adapula seorang Pendeta yang di segani dan begitu terkenal di Sham, Pendeta tersebut bernama Bahira.

Saat kafilah dagang Muhammad SAW tiba, sang pendeta langsung bersiap-siap, namun anehnya ia belum pernah melakukan itu sebelumnya. Dan kemudian sang pendeta seperti mencari seseorang dan berjalan di keramaian hingga sampai di hadapan Muhammad SAW.

Sontak saja, sang pendeta memegang dengan kasih tangan Muhammad SAW yang masih belia seraya berkata, “Inilah rahmat bagi seluruh alam semesta, Dialah utusan dari Pencipta Alam semesta, Allah mengirimnya sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta!”

Hal ini membuat kafilah dagang Quraisy terkejut, hingga bertanya “Darimana kau bisa mengethuinya?”

“Karena sesungguhnya ketika kalian datang melalui dan menaiki wilayah tinggi(perbukitan), Seluruh benda dan makhluk seperti batu dan pohon serta lain macam sebagainya tiada lain selain sujud di hadapannya, Serta semua itu tidak akan bersujud selain kepada Rasul Allah, Dan Aku bisa mengetahui pertanda dalam dirinya sebagai seorang Rasul yang terletak pada bagian bawah tulang rawan pundaknya yang berbentuk seperti apel. Dan kami semua sebagai pendeta mengetahui perihal tersebut dari Injil kami,” Ujar Pendeta bahira.

Setelah mengetahui hal tersebut, kemudian kafilah dagang Quraisy di berikan tempat makan atau di jamu oleh sang pendeta, dan sang pendeta memberikan saran kepada Paman Muhammad SAW agar membawanya kembali ke kota Mekkah, Dan tidak akan mendatangkannya lagi ke Sham, karena menjadi sebuah ke khawatiran jika kaum Nasrani dan Yahudi mengetahuinya, maka mereka akan menculik dan membunuh Muhammad SAW. Atas saran itu paman Nabi memulangkan Rasulullah kembali ke Mekkah dengan selamat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Riwayat Nabi Muhammad SAW Bertemu Dengan Seorang Pendeta"

Post a Comment

May You Visit?